10 KEUTAMAAN BULAN SUCI RAMADHAN 1440 H

Puasa Bulan Ramadhan 2019 akan dimulai pada hari Minggu, 06 Mei 2019 dan berakhir pada hari Selasa, 4 Juni 2019. Idul Fitri akan jatuh pada hari Rabu, 5 Juni 2019. Ini adalah tanggal tentatif, karena tanggal sebenarnya bergantung pada hasil pengamatan bulan Ramadhan, bulan ke-9 pada kalender Islam (1440 Hijriah). 

Panjangnya bulan bervariasi antara 29 hari hingga 30 hari tergantung pada pengamatan bulan Syawal yang mengantarkan kita pada perayaan Idul Fitri yang dinantikan pada tanggal 1 Syawal 1440 Hijriah.

Ramadhan 2019, bulan ke-9 pada kalender Islam, Bulan Ramadhan merupakan salah satu bulan yang paling diberkahi dalam Islam. Umat muslim berpuasa selama sebulan, meningkatkan zikir kepada Allah SWT. Berpuasa di bulan Ramadhan adalah kewajiban bagi muslim dan merupakan salah satu dari Rukun Islam. 

Bulan Ramadhan berpuncak pada peringatan Idul Fitri sebagai rasa syukur umat muslim kepada Allah SWT atas bulan yang penuh berkah serta perayaan yang penuh semangat keagamaan.

Bulan ini dipenuhi dengan keberkahan dan berlipat gandanya pahala bagi umat muslim yang memperbanyak tadarus Quran dan memperbanyak doa doa serta memaksimalkan waktu untuk berzikir. Umat muslim berpuasa karena berpuasa mengajarkan mereka arti kegigihan dan toleransi yang sesungguhnya. 

Selama bulan Ramadhan umat islam tidak hanya menahan diri dari rasa lapar dan haus selama waktu yang ditentukan, tapi mereka juga harus menahan emosi negatif seperti amarah dan berusaha membuktikan diri mereka untuk menjadi muslim yang sempurna. 
Ramadhan 2019  jatuh pada hari Minggu, 06 Mei 2019

Lebih jauh lagi, menamatkan Kitab Suci Al Qur'an ialah merupakan keutamaan di Bulan Ramadhan.

Lailatul Qadar, juga disebut sebagai "Malam Kemuliaan" atau Malam Seribu Bulan adalah salah satu malam yang paling di dambakan oleh Umat Islam. Merupakan sepuluh malam ganjil terakhir di bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan. 

Allah sangat senang melihat umat muslim yang berpuasa di bulan ini untuk meraih berkah-Nya. Bulan Ibadah ini diakhiri dengan perayaan Idul Fitri.

10 Keutamaan Bulan Suci Ramadhan

1. Allah Azza wa Jalla menjadikan puasa di Bulan Ramadhan Sebagai rukun keempat dari rukun Islam. Sebagaimana firman-Nya:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدىً لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْه

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,” (QS. Al-Baqarah: 185)

Dalam riwayat Ibnu Umar disebutkan bahwa Nabi sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

“Islam dibangun atas lima (rukun); Bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan dan haji ke Baitullah.” (HR. Bukhari Muslim)

2. Allah menurunkan Al-Qur’an di dalam Bulan Ramadan

Sebagaiamana firman Allah Ta’ala:

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil),” (QS. Al-Baqarah: 185)

Allah Ta’ala juga berfirman:

“Sesungguhnya Kami turunkan (Al-Qur’an) pada malam Lailatur Qadar.” (QS. Al-Qadar: 1)

3. Allah menetapkan Lailatul Qadar pada bulan tersebut, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan, Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?  Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar,” (QS. Al-Qadar : 1-5).

Allah telah mengistimewakan bulan Ramadhan dengan adanya Lailaul Qadar. Untuk menjelaskan  keutamaan malam yang barokah ini, Allah turunkan surat Al-Qadar. Keterangan ini juga dijelaskan oleh Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam:

“Bulan Ramadhan telah tiba menemui kalian, bulan (penuh) barokah, Allah wajibkan kepada kalian berpuasa. Pada bulan itu pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu (neraka) jahim ditutup, setan-setan durhaka dibelenggu. Padanya Allah memiliki malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang terhalang mendapatkan kebaikannya, maka sungguh dia terhalang (mendapatkan kebaikan yang banyak).” (HR. Nasa’I dan Ahmad)

4. Allah menjadikan puasa dan shalat yang dilakukan dengan keimanan dan mengharapkan (pahala) sebagai sebab diampuninya dosa.
Nabi sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Barangsiapa yang berpuasa (di Bulan) Ramadhan (dalam kondisi) keimanan dan mengharapkan (pahala), maka dia akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu,” (HR. Bukhari Muslim)

Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang berdiri (menunaikan shalat) di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap (pahala), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni,” (HR. Bukhari Muslim)

Imam Nawawi telah menyebutkan bahwa maksud dari qiyam di bulan Ramadhan adalah shalat Taraweh, Artinya dia mendapat nilai qiyam dengan menunaikan shalat Taraweh.

5. Allah membuka pintu-pintu surga, menutup pintu-pintu neraka dan membelenggu setan-setan.

Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

 إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة , وغلقت أبواب النار , وصُفِّدت الشياطين

“Ketika datang (bulan) Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu,” (HR. Bukhari-Muslim)

6. Pada setiap malam (bulan Ramadan) ada yang Allah bebaskan dari (siksa) neraka.

Nabi sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

لله عند كل فطر عتقاء

“Pada setiap (waktu) berbuka, Allah ada orang-orang yang dibebaskan (dari siksa neraka)” (HR, Ahmad)

7. Puasa pada bulan Ramadan (merupakan) sebab terhapusnya dosa-dosa setahun yang lampau.

Sebagaimana terdapat riwayat dalam shahih Muslim, no. 233, sesungguhnya Nabi sallallahu’alaihi wasallam bersabda:

  الصلوات الخمس , والجمعة إلى الجمعة , ورمضان إلى رمضان , مكفرات ما بينهن إذا اجتنبت الكبائر

“Dari shalat (ke shalat) yang lima waktu, dari Jum’at ke Jum’at, dari Ramadan ke Ramadhan, semua itu dapat menghapuskan (dosa-dosa) di antara waktu tersebut, jika menjauhi dosa-dosa besar.” (HR, Muslim)

8. Orang yang menunaikan taraweh bersama imam hingga selesai, dicatat baginya seperti qiyamul lail semalam (penuh).

Keterangan ini sebagaimana terdapat dalam riwayat Abu Daud, no. 1370 dari Abu Dzar radhiallahu ’anhu, dia berkata: Rasulullah sallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Bahwasiapa menunaikan qiyamul lail bersama imam hingga selesai, dicatat baginya (pahala) qiyamul lail semalam (penuh),” (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam kitab ‘Shalat Taraweh",  hal. 15)

9. Puasa di bulan Ramadan senilai puasa sepuluh bulan.

Diriwayatkan dari hadits Abu Ayub Al-Anshary, bahwa Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 من صام رمضان , ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر

“Barangsiapa yang berpuasa (pada bulan Ramadhan) kemudian diikuti (puasa) enam (hari) pada bulan Syawwal, maka hal itu seperti puasa setahun.” (HR. Muslim, no. 1164)

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, no. 21906, bahwa Nabi sallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

“Siapa yang berpuasa (pada bulan) Ramadan, maka satu bulan sama seperti sepuluh bulan. Dan (siapa yang berpuasa setelah itu) berpuasa selama enam hari sesudah Id (Syawal), hal itu (sama nilainya dengan puasa) sempurna satu tahun,” (HR. Ahmad)

10. Melaksanakan umrah pada bulan Ramadan, pahalanya sama seperti haji.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu ’anhuma, dia berkata: Rasulullah sallallahu ’alaihi wasallam bersabda kepada wanita dari Anshar:

”Apa yang menghalangi anda melaksanakan haji bersama kami?” Dia berkata: ”Kami hanya mempunyai dua ekor onta untuk menyiram tanaman. Bapak dan anaknya menunaikan haji dengan membawa satu ekor onta dan kami ditinggalkan satu ekor onta untuk menyiram tanaman.” Beliau bersabda: “Jika datang bulan Ramadan tunaikanlah umrah, karena umrah (di bulan Ramadhan) seperti haji”. Dalam riwayat Muslim: “(seperti) haji bersamaku,” (HR. Bukhari, no. 1782, dan Muslim, no. 1256)