-->

Ads 720 x 90

Massa Aksi Bela Uighur Salat Asar di Bawah Guyuran Hujan

Massa Aksi Bela Uighur Salat Asar di Bawah Guyuran Hujan

Massa aksi Bela Uighur menggelar salat ashar berjamaah di lokasi demonstrasi, Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Jakarta. Salat dilakukan di badan jalan, di bawah hujan deras yang mengguyur ibu kota, Jumat (27/12) sore ini.

Pantauan CNNIndonesia.com, sejumlah orang berjejer membentuk saf atau barisan salat. Dengan alas seadanya, mereka salat, bersujud di badan jalan yang basah oleh air hujan.

Aksi Bela Uighur diinisiasi oleh Front Pembela Islam dan dihadiri oleh sejumlah organisasi masyarakat. Agenda aksi adalah menuntut bertemu Duta Besar China di Jakarta, Xiao Qian. 

Massa ingin menyampaikan protes atas perlakuan pemerintah China terhadap muslim Uighur di Xinjiang, China, yang disebut mengalami diskriminasi dan penyiksaan.

Keinginan massa bertemu Dubes China di Jakarta tak kesampaian. Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif yang berada di lokasi aksi mengatakan perwakilan massa aksi ditolak masuk ke Kedubes RRC.

Ia menyebut Kedubes China hanya berkenan menemui perwakilan massa aksi di luar kawasan kedutaan.

Sebelumnya, beberapa perwakilan massa aksi diundang bermediasi dengan Kedubes China. Salah satu penggawa perwakilan itu adalah Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama Yusuf Muhammad Martak.

"Tadi diinformasikan bahwa delegasi akan diterima. Setelah kami berjalan untuk bisa diterima, di tengah jalan informasinya berbeda. Bahwa negosiasi kita akan diterima perwakilan dari Dubes China. Tempatnya tidak di dalam Kedubes, tetapi di kantor sebelah. Terima atau tolak?" kata Slamet dari atas mobil komando.

Slamet menyerukan massa aksi untuk bertahan hingga tuntutan bertemu Dubes China terkabul. Selain itu, ia juga menyerukan aksi boikot produk China sebagai bentuk solidaritas terhadap muslim Uighur.

"Menyerukan rakyat Indonesia dan umat Islam khususnya untuk memboikot pembelian atau konsumsi dari China. Dan menarik simpanan dari China dan menghentikan proyek yang melibatkan China," katanya. 

Sumber: cnnindonesia.com

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter