Tokoh Muda Lebak Nilai Lambannya Penegakan Hukum Pasca Banjir Bandang Lebak


Lebak- Pasca bencana yang mengakibatkan ribuan orang mengungsi, ratusan rumah rusak dan belasan orang meninggal di Kabupaten Lebak, belum satupun pelaku yang ditangkap oleh aparat hukum.


Hal inipun menyita perhatian sejumlah aktivis dan masyarakat Indonesia khususnya di Provinsi Banten. Para aktivis menilai, belum adanya ketegasan hukum yang dilakukan oleh penegak hukum kepada para pelaku perusak lingkungan.


"Kami juga apresiasi penuh terhadap upaya yang sudah dilakukan aparat hukum yang sudah melakukan dalam penanganan walaupun belum maksimal tetapi Sejauh ini, kita belum melihat ketegasan dan penegakan hukum bagi para pelaku penambang liar, bandar -bandarnya yang selama ini dituding dan dipersalahkan oleh para pejabat belum satupun yang diselesaikan," ungkap Heri Mufti Selaku Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Dan Pemuda Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Jum'at (7/2/2020).

Menurutnya, aparat penegak hukum harus bergerak cepat dan tidak hanya menyasar para gurandil (penambang ilegal, red), tetapi harus menyasar pemain besar yang telah mengeksploitasi alam hingga terjadi kerusakan yang parah.

"Selanjutnya, penegakan hukum harus ditegakkan seadil-adilnya, jangan sampai merugikan masyarakat banyak namun harus secepatnya diberikan solusi," kata Heri sapaan akrabnya. 

Dirinya berharap aparat hukum Kepolisian Resort Lebak Polda Banten harus tegas dan jangan lamban dalam menetapkan kepastian hukum soal kejadian penambangan ilegal itu. 

"Kami atas atas nama Forum Komunikasi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia akan terus mengawal dan mendorong pihak yang berwajib untuk mengawal sampai tuntas serta akan melakukan aksi besar-besaran di depan kantor kepolisian Polres Lebak apabila belum saja terselesaikan" Jelasnya

Diketahui sebelumnya, tim Bareskrim Mabes Polri, Polda Banten dan Polres Lebak bersama Dinas dan Instansi terkait, pada 23 dan 24 Januari 2020 telah melakulan penertiban dan monitoring kegiatan dalam rangka melaksanakan instruksi Presiden, tentang penyetopan kegiatan masyarakat yang melakukan Pertambangan Emas Tanpa lzin (PETI) yang berkatagorikan llegal Mining di kawasan TNGHS Kabupaten Lebak.

Sementara, dari sekitar 200 lobang tambang emas tanpa izin, 10 lobang yang sudah diberi police line. Pada saat pelaksanaan pendataan lubang dan pemasangan Police Line ke lokasi-Iokasi PETI, tidak ditemukan masyarakat yang sedang menambang, semua lokasi tambang kosong.**(AS). 

0 Response to "Tokoh Muda Lebak Nilai Lambannya Penegakan Hukum Pasca Banjir Bandang Lebak"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel